Ikuti Kami di :            

Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Jl. Batoro Katong No. 32 Ponorogo, Telp. (0352) 461037

“Mengasuh dengan Pikiran Jernih: Seminar Parenting Hadirkan Dosen PIAUD dari INSURI Ponorogo”

November, 24 2025 16:51
“Mengasuh dengan Pikiran Jernih: Seminar Parenting Hadirkan Dosen PIAUD dari INSURI Ponorogo”
Oleh Admin
Ponorogo – TK Dharma Wanita 01 Gelanglor Sukorejo Ponorogo sukses menyelenggarakan Seminar Parenting bertema “Menjadi Ibu yang Tidak Overthinking” pada Sabtu, 27 Januari 2024 bertempat di Gedung Sekolah. Kegiatan yang diikuti oleh 88 peserta ini mendapat antusiasme tinggi dari para ibu wali murid yang ingin memperdalam ilmu pengasuhan sekaligus memperkuat kesehatan emosional dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Seminar menghadirkan Abdah Munfaridatus Sholihah, M.Pd.I., selaku Kepala Program Studi PIAUD IAI Sunan Giri Ponorogo. Sebagai akademisi sekaligus praktisi di bidang pendidikan anak usia dini, beliau memberikan materi secara komprehensif mengenai tantangan pengasuhan modern, khususnya terkait fenomena overthinking yang kerap dialami para ibu. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa ibu merupakan pengasuh utama anak dalam keseharian, sehingga kondisi mental dan emosinya sangat berpengaruh terhadap kualitas pengasuhan.
Menurut Abdah Munfaridatus Sholihah, M.Pd.I., overthinking pada ibu sering muncul akibat banyaknya tekanan sosial, tuntutan ideal tentang parenting, serta kekhawatiran berlebihan terhadap tumbuh kembang anak. Beliau menyampaikan bahwa menjadi ibu yang baik bukan berarti harus sempurna, melainkan mampu menjalani pengasuhan dengan penuh kesadaran, ketenangan, dan pemahaman yang tepat terhadap kebutuhan anak. Sikap overthinking justru dapat membuat ibu merasa mudah lelah, kehilangan fokus, dan kurang menikmati proses membersamai anak.
Dalam materi inti, narasumber menjelaskan pentingnya mindfulness parenting, yaitu pola asuh yang dilakukan dengan kesadaran penuh, hadir secara utuh, dan memberikan respon yang proporsional pada setiap situasi. Dengan menerapkan kesadaran, ibu dapat lebih mudah memahami emosi diri sendiri, mengelola stres, dan memberikan reaksi yang tepat terhadap perilaku anak. Selain itu, beliau juga memberikan strategi konkret untuk mengurangi overthinking, seperti melakukan afirmasi positif, membangun jadwal pengasuhan yang realistis, menghindari perbandingan dengan ibu lain, serta membangun komunikasi yang sehat dengan pasangan maupun guru sekolah.
Sesi diskusi berlangsung menarik, ditandai dengan banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan seputar pengasuhan. Beberapa ibu menceritakan pengalaman pribadi terkait kecemasan mereka, seperti kekhawatiran tentang perkembangan anak yang dianggap “lebih lambat”, rasa tidak yakin dengan pola asuh yang sudah diterapkan, serta tekanan dari lingkungan keluarga besar. Narasumber memberikan jawaban yang solutif dan menenangkan, sekaligus mendorong para ibu untuk mulai membangun pemahaman bahwa setiap anak memiliki ritme dan karakter yang berbeda. Hal terpenting adalah mendampingi mereka dengan sabar dan penuh kasih.
Acara yang dihadiri oleh para guru dan pengurus komite sekolah ini berlangsung dengan atmosfer hangat dan penuh empati. Beberapa aktivitas ringan seperti ice breaking dan refleksi kecil membuat suasana menjadi lebih santai, sehingga peserta dapat menyerap materi dengan nyaman. Banyak ibu mengungkapkan bahwa seminar ini memberikan pencerahan dan menjadi penguat bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi tantangan pengasuhan.
Menjelang penutupan, pihak TK Dharma Wanita 01 Gelanglor menyampaikan apresiasi dan harapan agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan para ibu semakin percaya diri, lebih stabil secara emosional, dan mampu menjalani peran pengasuh utama dengan kesadaran tanpa terbebani oleh overthinking yang menghambat kebahagiaan keluarga.