Ikuti Kami di :            

Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Jl. Batoro Katong No. 32 Ponorogo, Telp. (0352) 461037

“Membangun Generasi Berkarakter: Sarasehan ‘Mendidik Anak dengan Keteladanan, Cinta dan Kasih’ Disambut Antusias, Hadirkan Dosen PIAUD INSURI Ponorogo”

November, 24 2025 17:16
“Membangun Generasi Berkarakter: Sarasehan ‘Mendidik Anak dengan Keteladanan, Cinta dan Kasih’ Disambut Antusias, Hadirkan Dosen PIAUD INSURI Ponorogo”
Oleh Admin
Ponorogo – Suasana hangat dan penuh antusias mewarnai kegiatan Sarasehan Pendidikan bertema “Mendidik Anak dengan Keteladanan, Cinta dan Kasih” yang diselenggarakan pada Kamis, 22 Mei 2025 di Hotel Maesa Ponorogo. Acara yang digelar oleh DPRD Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Hj. Atika Banowati, S.H., Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Fraksi Golkar, ini dihadiri oleh 135 peserta yang terdiri dari orang tua, pendidik, tokoh masyarakat, serta pemerhati pendidikan anak usia dini dari berbagai daerah di Ponorogo dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Hj. Atika Banowati, S.H. menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pondasi penting bagi pembentukan karakter generasi bangsa. Beliau menyampaikan bahwa keluarga memegang peran utama dan pertama dalam pendidikan, sehingga orang tua perlu memahami bahwa teladan, cinta, dan kasih sayang menjadi kunci utama dalam membangun kepribadian anak. Menurutnya, kegiatan sarasehan seperti ini sangat penting untuk memberikan wawasan yang tepat bagi orang tua agar mampu mendampingi anak secara optimal di tengah kompleksitas tantangan zaman.
Sarasehan menghadirkan Abdah Munfaridatus Sholihah, M.Pd.I., Kepala Program Studi PIAUD IAI Sunan Giri Ponorogo, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa anak usia dini belajar terutama dari apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan dari lingkungan terdekatnya—terutama dari kedua orang tua. Keteladanan menjadi faktor yang sangat kuat dalam membentuk sikap, karakter, dan nilai moral pada diri anak. “Anak adalah peniru ulung. Mereka menyerap bukan sekadar apa yang diperintahkan, tetapi apa yang dicontohkan,” tegas beliau.
Lebih lanjut, Abdah Munfaridatus Sholihah, M.Pd.I. memaparkan pentingnya menghadirkan cinta dan kasih sayang dalam proses pengasuhan. Beliau menekankan bahwa hubungan emosional yang hangat antara orang tua dan anak dapat meningkatkan rasa aman, percaya diri, serta kemampuan sosial dan emosional anak. Kasih sayang bukan hanya ditunjukkan melalui perhatian fisik, tetapi juga melalui komunikasi yang baik, kesiapan mendengarkan, serta penghargaan terhadap perasaan dan pendapat anak.
Peserta terlihat sangat aktif dalam sesi diskusi. Banyak orang tua mengungkapkan tantangan yang mereka hadapi, seperti pola komunikasi dengan anak, manajemen emosi dalam pengasuhan, dan bagaimana memberikan teladan positif meski menghadapi tekanan kehidupan sehari-hari. Narasumber memberikan berbagai strategi praktis, seperti membangun rutinitas keluarga yang penuh interaksi positif, mengontrol penggunaan gawai, serta memberikan batasan yang jelas namun penuh kelembutan.
Acara berlangsung kondusif dan penuh antusiasme. Beberapa ice breaking dan aktivitas refleksi ringan membuat peserta semakin terlibat. Banyak dari mereka mengaku mendapatkan wawasan baru sekaligus motivasi untuk memperbaiki pola pengasuhan di rumah. Mereka menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan kondisi keluarga masa kini yang membutuhkan keseimbangan antara disiplin, keteladanan, dan kasih sayang.
Menjelang penutupan, Hj. Atika Banowati, S.H. menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta serta komitmennya untuk terus mendorong kegiatan-kegiatan edukatif yang mendukung peningkatan kualitas keluarga dan pendidikan anak. Melalui sarasehan ini, diharapkan para orang tua dapat semakin sadar akan pentingnya menjadi teladan yang baik dan menghadirkan cinta serta kasih sayang dalam setiap langkah pengasuhan.