“Guru PAUD Slahung Antusias Ikuti Sarasehan: Keteladanan dan Kasih Sayang Dikupas Dosen PIAUD INSURI Ponorogo”
Oleh Admin
Ponorogo – Suasana hangat dan penuh semangat profesional terpancar dari kegiatan Sarasehan Pendidikan bertema “Mendidik Anak dengan Keteladanan, Cinta dan Kasih” yang digelar pada Ahad, 22 Juni 2025 di Pendopo Kecamatan Slahung, Ponorogo. Acara ini dihadiri oleh 119 peserta yang seluruhnya merupakan guru-guru PAUD se-Kecamatan Slahung, menunjukkan komitmen besar para pendidik untuk terus meningkatkan kualitas diri dalam mendidik dan mengasuh anak usia dini.
Kegiatan sarasehan ini diselenggarakan oleh DPRD Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Hj. Atika Banowati, S.H., Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Fraksi Golkar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para guru PAUD yang hadir karena peran mereka sangat vital dalam membentuk karakter anak di usia emas. Beliau menegaskan bahwa guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga merupakan figur teladan yang dicontoh oleh peserta didiknya. “Guru adalah cermin bagi anak-anak dan teladan bagi orang tua di rumah. Kualitas guru menentukan kualitas generasi yang akan datang,” tutur Hj. Atika.
Sarasehan ini menghadirkan Abdah Munfaridatus Sholihah, M.Pd.I., Kepala Program Studi PIAUD IAI Sunan Giri Ponorogo, sebagai pemateri utama. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa pendidikan anak usia dini harus berlandaskan keteladanan. Anak-anak akan lebih mudah meniru apa yang mereka lihat daripada apa yang hanya mereka dengar. Oleh karena itu, guru harus terlebih dahulu membentuk karakter, tutur kata, kedisiplinan, dan sikap positif sebelum mengajarkannya kepada peserta didik.
Beliau menjelaskan bahwa guru PAUD memiliki dua peran penting: sebagai teladan bagi anak dan teladan bagi orang tua dalam pola pengasuhan. Guru diharapkan mampu menunjukkan cara berinteraksi yang penuh cinta, sabar, dan penuh penghargaan terhadap anak. Dengan demikian, orang tua dapat melihat dan meniru pola tersebut di rumah. “Keteladanan guru bukan hanya memberikan dampak pada anak, tetapi juga pada keluarga peserta didik. Guru menjadi pusat pembelajaran nilai dan sikap,” jelas Abdah Munfaridatus Sholihah.
Selain keteladanan, pemateri juga menekankan bahwa cinta dan kasih sayang merupakan energi utama dalam pendidikan anak usia dini. Beliau menjelaskan bahwa anak-anak membutuhkan rasa aman dan nyaman agar mampu belajar dengan optimal. Guru yang mampu menciptakan suasana kelas yang penuh kasih akan mendukung perkembangan sosial, emosional, dan moral anak secara lebih signifikan.
Sesi diskusi berjalan sangat hidup. Para guru menyampaikan berbagai pengalaman lapangan, mulai dari tantangan menghadapi perilaku anak, kerja sama dengan orang tua, hingga bagaimana mempertahankan keteladanan meski berada dalam tekanan pekerjaan. Pemateri memberikan solusi aplikatif seperti membangun rutinitas kelas yang penuh interaksi positif, menjaga komunikasi harmonis antara guru dan orang tua, serta menerapkan teknik regulasi emosi bagi guru.
Kegiatan ini juga diselingi ice breaking yang membuat suasana semakin cair dan hangat. Banyak guru mengungkapkan rasa syukur karena mendapatkan wawasan baru yang sangat relevan dengan tugas mereka sehari-hari. Mereka merasa semakin termotivasi untuk memperbaiki kualitas diri sebagai pendidik sekaligus role model bagi anak-anak.
Menjelang penutupan, Hj. Atika Banowati, S.H. menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta dan berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk dukungan bagi peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini. Melalui sarasehan ini, guru PAUD di Kecamatan Slahung diharapkan mampu tampil sebagai figur teladan penuh kasih yang dapat menginspirasi anak dan orang tua dalam proses pengasuhan dan pendidikan.