Ikuti Kami di :            

Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Jl. Batoro Katong No. 32 Ponorogo, Telp. (0352) 461037

Dosen PIAUD INSURI Ponorogo beri Pembinaan Parenitng “Kecerdasan Majemuk Anak Usia Dini” di PG/RA Darul Fikri Kauman Ponorogo

November, 24 2025 16:16
Dosen PIAUD INSURI Ponorogo beri Pembinaan Parenitng “Kecerdasan Majemuk Anak Usia Dini” di PG/RA Darul Fikri Kauman Ponorogo
Oleh Admin
Ponorogo – PG/RA Darul Fikri Kauman Ponorogo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendampingan orang tua melalui penyelenggaraan Seminar Parenting bertema “Kecerdasan Majemuk Anak Usia Dini”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 05 Januari 2023 di Aula Gedung Sekolah dan diikuti oleh 120 peserta yang terdiri dari orang tua murid, pendidik, serta beberapa tamu undangan dari lembaga pendidikan sekitar. Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara, mencerminkan tingginya perhatian masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini.
Seminar menghadirkan narasumber Abdah Munfaridatus Sholihah, M.Pd.I., selaku Kepala Program Studi (Ka. Prodi) PIAUD IAI Sunan Giri Ponorogo. Sebagai akademisi dan praktisi pendidikan anak usia dini, beliau menyampaikan materi secara komprehensif mengenai konsep multiple intelligences atau kecerdasan majemuk, sebuah teori yang menekankan bahwa setiap anak memiliki jenis kecerdasan yang berbeda dan unik. Pendekatan ini dianggap sangat relevan di tengah beragamnya karakter, potensi, dan gaya belajar anak zaman sekarang.
Dalam pemaparannya, Abdah Munfaridatus Sholihah, M.Pd.I. menegaskan bahwa orang tua perlu memahami bahwa kecerdasan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Ada kecerdasan linguistik, logika-matematika, musikal, kinestetik, visual-spasial, naturalis, interpersonal, intrapersonal, hingga kecerdasan eksistensial. Setiap anak memiliki kombinasi kecerdasan yang dapat berkembang optimal jika diberi stimulus yang tepat. Pemahaman ini menjadi kunci agar orang tua tidak membandingkan anak dengan teman sebayanya, melainkan fokus pada kekuatan masing-masing.
Beliau juga menekankan bahwa salah satu tujuan utama parenting adalah menciptakan pola asuh yang sesuai dengan karakter anak. Dengan memahami jenis kecerdasan yang lebih dominan, orang tua dapat merancang pendekatan yang lebih efektif, baik dalam memberikan motivasi, membangun komunikasi, maupun menstimulasi aspek perkembangan tertentu. Pengetahuan ini diharapkan mampu membantu orang tua mengurangi stres dalam mengasuh serta menghindari kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi, seperti memaksakan anak mengikuti standar yang tidak sesuai dengan kecenderungannya.
Sesi diskusi menjadi momen yang paling interaktif, di mana peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar cara mengidentifikasi kecerdasan majemuk pada anak, strategi menghadapi anak yang hiperaktif, serta bagaimana menciptakan lingkungan rumah yang kondusif untuk mendukung perkembangan kecerdasan mereka. Narasumber memberikan contoh konkret dan solusi praktis yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berjalan hangat dan komunikatif, diselingi beberapa ice breaking yang membuat suasana lebih santai dan menyenangkan. Banyak peserta menyatakan bahwa seminar ini membuka wawasan baru dan memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pentingnya mengenali potensi anak sejak dini. Mereka berharap kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar kerja sama antara sekolah dan orang tua semakin kuat.
PG/RA Darul Fikri Kauman Ponorogo dalam penutupannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan berharap ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam pengasuhan di rumah. Dengan bertambahnya pemahaman orang tua mengenai kecerdasan majemuk, diharapkan setiap anak dapat tumbuh sesuai potensi terbaiknya serta mendapatkan pendampingan yang tepat dan penuh kasih.